Bayi Kecil Ibu

Perasaan senang, haru, syukur jelas sudah ditapaki selama ini; 9 bulan dilalui. Sangat banyak campur tangan Allah serta rahmatnya dalam menjalani proses ini, dari mulai mengandung serta melahirkan.

Rabu 25 Oktober 2023, evaluasi terakhir USG alhamdulillah Ia sehat, bahkan di perkiraan November hari perkiraan lahir.

Tapi Qadarallah Gelombang Cinta itu datang di tanggal 26 sudah merasakan kontraksi rutin di malam harinya, pergilah saya ke klinik untuk pemeriksaan tapi pembukaan masih 2, di tanggal 27 pun pembukaan masih 2. Rasa khawatir itu datang ketika pembukaan tak kunjung naik, sampai sempat berpikir apakah harus induksi karena sampai 2x pulang pergi ke unit kesehatan untuk cek tapi masih stuck.

Selepas pulang pemeriksaan, saya berbincang dengan keluarga, bahwa ingin lahir di hari jumat ba'da asar karena jumat adalah hari yang istimewa segala doa dipanjatkan akan terkabul.

Tentang induksi, apakah saya mampu? Sebisa mungkin saya berusaha sendiri, ba'da dzuhur mencoba melakukan streaching semampunya guna adik bayi segera masuk panggul, dengan pel mundur jongkok. Tak lama dari kegiatan tersebut saya merasa ingin BAK tak tertahankan, hendak BAK saya merasa BAK itu aneh terdengar seperti balon yang di isi air lalu tiba-tiba pecah.

Tak lama dari toilet, saya berbaring di pembaringan perut saya sangat sakit, sakit yang tak tertahankan. Di bawalah saya ke klinik untuk cek pembukaan, tak lama sampai di klinik pembukaan sudah lengkap, Qadarallah alhamdulillah ia lahir pada pukul 16.10 dengan waktu yang tidak lama, hanya beberapa menit saja. Ya Allah ya Rabb tangis saya pecah, ketika saya mendengar suara tangisnya terdengar. Sepanjang proses melahirkan saya memuji-Mu ya Allah Ya Rabb. Engkau limpahkan kuasa-Mu serta rahmat-Mu dalam semua perjalanan dan proses ini. 


Penyejuk jiwa itu ku namai,
Dhakir Dianurrahman Muzakki
(Seorang anak yang senantiasa selalu mengingat Allah, pembawa cahaya yang mengasihi dan senantiasa yang membersihkan diri dengan menginfakkan harta).


Isyarat

Beberapa tahun ini
Aku tutup pintu itu; dan enggan untuk membukanya
Namun hari ini berbeda
Hujan sore hari tetap melebat
Ada isyarat yang tak kupahami
Yang membawanya; terpaksa untuk masuk

Aku merasa kalah; sebab pintu itu sudah terbuka
Entahlah ia dapat merasakan isyarat ini, entah tidak-- untuk nun jauh di sana

Pintu itu terbuka; menjamu gelisah yang tak karuan. Meniti pada satu tanya "apakah ini kesalahan?" Sedangkan di luar sana, lainnya; ia. Menunggu.

Aku tak pandai untuk membaca isyarat dari segala isyarat. Takut hanya menjelma malam ini; sabtu malam. Cercahan rasa percaya yang membaluti apakah akan membiasinya? Semoga isyarat ini tak sampai seperti itu. Tersebab maaf. Pintu itu terbuka; dan ia terpaksa singgah sementara.







                                                                   Sukabumi, 6 November 2021

Bulan Kesepuluh

Pun aku tidak akan pernah membenci apapun itu. Setidaknya hari ini aku bisa lupa tentang hal apa saja yang telah melewatiku. Dan setidaknya hidup meski terus berjalan. Ini bukan penentu akhir. Mari memulai awal yang baru.





                                                     Bandung, 7 Oktober 2021

Perihal Pulang Pergi

Hidup adalah keleluasaan, pasti akan kau temui jalan berkepanjangan yang berkelok ataupun berliku. Namun, jika sudah menemunkan rumah untuk menitipkan ketenangan. Jangan lupa, untuk singgah sebentar. Barangkali kepulanganmu adalah hal yang dinanti-nantikan.


#perihalpulangdanpergi



 

             Bandung, 23 September 2021

Banyaknya Tanda Tanya

Dahulu laki-laki itu berkamuflase menjadi pujangga cinta, yang setiap harinya mengirimi surat cinta bertajukan Kita Adalah Cinta Dengan Banyaknya Tanda Tanya

Saking banyaknya tanda tanya, nan memanjang :

"Wahai puan, apakah akan ada ruang titik pemberhentian di hatimu?"






     Bandung, 31 Agustus 2021


Bayi Kecil Ibu

Perasaan senang, haru, syukur jelas sudah ditapaki selama ini; 9 bulan dilalui. Sangat banyak campur tangan Allah serta rahmatnya dalam menj...